Bilangan Prima Terbesar

Bagi para penggemar matematika asti telah paham apa yang disebut dengan bilangan prima. Bilangan prima ini sangat penting bagi perkembangan dunia komputasi. Dimana banyak sekali sistem operasi yang menggunakan bilangan prima untuk menjalankan berbagai macam algoritma. Berikut akan kami ulas tentang bilangan prima terbesar yang saat ini diketahui.

Bilangan Prima langka

Bilangan prima langka disebut juga dengan istilah bilanagan prima Mersenne. Penamaan tersebut di ambil dari seorang pendeta Perancis bernama Marin Mersenne yang telah menekuni pencarian bilangan 350 tahun yang lalu.

Terdapat sebuah kelompok yang berusaha mencari bilangan prima terbesar yang disebut Great Internet Mersenne Prime Search (GIMPS) . GIMPS sampai saat ini telah menemukan 16 bilangan prima terbesar. Sebagai langkah keseriusannya, GIMPS telah menyadeiakan program GIMPS Prime95 bagi para relawan yang berniat untuk ikut berburur dan memberikan imbalan $3,000 or $50,000.

Seperti Apa Bilangan Prima terbesar ?

Saat ini bilangan prima terbesar yang ditemukan memiliki panjang 23 juta digit yang apabila angka tersebut di tulis dengan standart tulisan tangan, maka akan mencapai panjang 118 km. Bilangan prima ini dinamakan M77232917 karena didapatkan dengan cara memangkatkan angka 2 dengan 77.232.917 yang hasilnya kemudian di kurangi 1. Bilangan tersebut tercatat sebagai bilangan mersenne yang ke 50 .

Penemu bilangan prima terbesar ini adalah pria yang bernama Jonathan Pace yang merupakan seorang ahli listrik berumur 15 tahun. Ia menemukan bilangan tersebut dengan menggunakan PCnya yang memakai percessor Intel i5-6600, perlu baginya menyalakan PC selama 6 hari tanpa henti untuk menemukan bilangan prima tersebut. Namun berkat usahanya tersebut, ia mendapatkan hadiah berupa dana penelitian dari GIMPS sebesar $3.000.

Untuk mengkoreksi bahwa penemuan bilangan prima tersebut sah, diperlukan klarifiksi dari 4 peneliti independen secara bersamaan dengan menggunakan fasilitas yang berbeda dengan waktu penghitungan yang berbeda . keempat peneliti tersebut antara lain: Aaron Blosser selama 37 jam, David Stanfill selama 34 jam, Andreas Hglund selama 65 jam dan Ernst Mayer selama 82.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *