Kenali Diare pada Anak dan Cara Mengatasinya

Hampir semua orang pasti pernah mengalami diare. Hanya saja, bila diare terjadi pada anak, rasanya pasti membuat lebih khawatir dibanding terjadi pada diri sendiri atau orang yang sudah dewasa, kan? Sebab, diare pada anak bila tidak ditangani dengan benar bisa menyebabkan hal yang fatal, lo! Oleh sebab itu, Anda harus lebih mengenalinya!

Mengenal Diare yang Terjadi pada Anak

Diare atau dalam bahasa medis disebut dengan gastroenteritis adalah buang air besar yang memiliki frekuensi lebih dari 3 kali dalam 24 jam dan disertai dengan feses yang lembek. Diare yang terjadi pada anak sebagian besar diakibatkan oleh virus bernama rotavirus. Diare ini biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu 2 hingga 7 hari.

Kebanyakan orang tua memberikan obat antidiare atau antimotilitas untuk mengatasi penyakit yang diderita anaknya ini. Padahal, sebenarnya pemberian obat tersebut secara sembarangan malah akan menyebabkan jumlah bakteri baik dalam saluran pencernaan turun dan membuat diare yang dialami makin parah.

Jadi, pemberian obat antidiare pada anak sebenarnya bukan hal yang disarankan. Sebaiknya, tetap jaga kondisi tubuhnya agar selalu terhidrasi dengan memberi makanan dan minuman yang dibutuhkan. Bila terjadi gejala serius seperti disertai dengan demam dan muntah, baiknya Anda segera mengonsultasikannya ke dokter.

Cara Mengatasi Diare yang Terjadi pada Anak

Untuk mengatasi diare pada anak, Anda harus menjaga agar tubuh si kecil tetap terhidrasi. Tentu dengan cara memberi asupan makanan dan minuman serta memberi larutan oralit secukupnya. Anda tak perlu panik karena sebenarnya diare ini adalah bentuk penolakan tubuh terhadap virus atau hal lain yang masuk ke saluran cernanya.

Bila sudah memberi asupan makanan dan minuman serta larutan oralit, sebaiknya Anda juga memperhatikan seperti apa kotoran yang dikeluarkan. Bila terdapat bercak darah pada kotoran tersebut, baiknya segera bawa si kecil ke dokter. Jangan menundanya karena hal tersebut bisa berakibat fatal.

Selain ditandai dengan bercak darah pada feses, tanda Anda harus membawa anak yang terserang diare ke dokter secepatnya adalah bila si anak sudah cengeng, gelisah dan bahkan tak sadarkan diri. Selain itu, tanda mata cekung, bibir dan lidah kering serta tak ada air mata meski menangis juga harus dibawa ke dokter secepatnya.

Sebab, tanda-tanda tersebut sudah menunjukkan bahwa anak mengalami dehidrasi berat. Gejala lain yang menunjukkan terjadi dehidrasi berat pada anak karena diare adalah turgor yang berkurang dan nadi melemah sampai tidak teraba dan tangan serta kaki terasa dingin. Jangan pernah menunda ke dokter bila hal ini sudah terjadi kalau tak mau menyesal.

Nah, sekarang apa Anda sudah lebih mengenal diare pada anak? Memang, diare sebenarnya bukan penyakit yang perlu dikhawatirkan asal anak tetap terus mendapat asupan yang cukup dan tidak menunjukkan tanda-tanda dehidrasi berat. Namun, bukan berarti Anda bisa ongkang kaki, ya! Anda tetap harus waspada kalau tak mau terjadi hal buruk.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *